Optimalisasi Rumah Adat Samarinda: Antara Pelestarian atau Sekadar Formalitas?
Daerah

Optimalisasi Rumah Adat Samarinda: Antara Pelestarian atau Sekadar Formalitas?

Dan 6 June 2026 6 tayangan
Ringkasan Berita

SAMARINDA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda berupaya mengoptimalkan fungsi rumah adat sebagai pusat aktivitas edukasi dan budaya guna memperkuat identitas lokal di tengah tantangan modernisasi.Pamong Budaya Disdikbud Samarinda, Normalina, menyatakan bahwa rumah adat kini dibuka seluas-luasnya sebagai wadah kolaborasi bagi para penggiat budaya, meski efektivitas program ini dalam merangkul partisipasi aktif generasi muda masih patut dipertanyakan.Langkah optimasi ini mengundang kritik terkait kesiapan pemerintah dalam manajemen perawatan bangunan, mengingat peningkatan frekuensi kegiatan publik seringkali tidak dibarengi dengan anggaran konservasi yang memadai untuk menjaga fisik bangunan bersejarah tersebut.Pemerintah Kota Samarinda dituntut tidak hanya menjadikan rumah adat sebagai lokasi acara seremonial belaka, tetapi juga menjamin keberlanjutan struktur dan nilai historisnya agar tidak rusak akibat beban penggunaan yang berlebihan.

Iklan

SAMARINDA - SAMARINDA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda berupaya mengoptimalkan fungsi rumah adat sebagai pusat aktivitas edukasi dan budaya guna memperkuat identitas lokal di tengah tantangan modernisasi.

Pamong Budaya Disdikbud Samarinda, Normalina, menyatakan bahwa rumah adat kini dibuka seluas-luasnya sebagai wadah kolaborasi bagi para penggiat budaya, meski efektivitas program ini dalam merangkul partisipasi aktif generasi muda masih patut dipertanyakan.

Langkah optimasi ini mengundang kritik terkait kesiapan pemerintah dalam manajemen perawatan bangunan, mengingat peningkatan frekuensi kegiatan publik seringkali tidak dibarengi dengan anggaran konservasi yang memadai untuk menjaga fisik bangunan bersejarah tersebut.

Pemerintah Kota Samarinda dituntut tidak hanya menjadikan rumah adat sebagai lokasi acara seremonial belaka, tetapi juga menjamin keberlanjutan struktur dan nilai historisnya agar tidak rusak akibat beban penggunaan yang berlebihan.