Hetifah: Guru Harus Kuasai Teknologi Digital untuk Hadapi Tantangan Pendidikan Masa Depan
Daerah

Hetifah: Guru Harus Kuasai Teknologi Digital untuk Hadapi Tantangan Pendidikan Masa Depan

Grace 25 June 2026 90 tayangan
Ringkasan Berita

Penguasaan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi kompetensi yang perlu dimiliki tenaga pendidik untuk menjawab tantangan pendidikan di era digital. Hal itu disampaikan Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian saat membuka Workshop Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) bertajuk Transformasi Pembelajaran melalui Pemanfaatan Teknologi Digital yang Interaktif dan Bermakna di Hotel Mercure Samarinda, Kamis (25/6/2026).Workshop yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkolaborasi dengan Komisi X DPR RI itu diikuti guru dan tenaga kependidikan dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.

Iklan

SAMARINDA โ€“ Penguasaan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi kompetensi yang perlu dimiliki tenaga pendidik untuk menjawab tantangan pendidikan di era digital. Hal itu disampaikan Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian saat membuka Workshop Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) bertajuk Transformasi Pembelajaran melalui Pemanfaatan Teknologi Digital yang Interaktif dan Bermakna di Hotel Mercure Samarinda, Kamis (25/6/2026).


Workshop yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkolaborasi dengan Komisi X DPR RI itu diikuti guru dan tenaga kependidikan dari berbagai daerah di Kalimantan Timur. Hadir pula Direktur Guru Pendidikan Dasar Kemendikdasmen Dr. Rachmadi Widdiharto, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur Armin, Kepala BGTK Kalimantan Timur Wiwik Setiawati, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Kalimantan Timur Dr. Jarwoko, Wakil Ketua III PGRI Siti Aminah, serta Sekretaris Dewan Pendidikan Kalimantan Timur Dr. Sudarman.


Dalam kegiatan ini, ada dua narasumber yaitu Praktisi Digital Pendidikan Eko Indrajit dan Bambang Herlandi Duta Teknologi Kemdikdasmen yang membahas strategi pembelajaran digital, pemanfaatan AI dalam pendidikan, serta penguatan kompetensi guru.

Dalam sambutannya, Hetifah mengatakan transformasi pendidikan harus berjalan seiring dengan perkembangan teknologi. Menurutnya, guru memiliki peran sentral dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi perubahan dunia kerja yang berlangsung sangat cepat.


โ€œPerubahan dunia kerja dan perkembangan teknologi berjalan sangat cepat. Karena itu guru harus terus meningkatkan kompetensi agar mampu membimbing peserta didik menghadapi tantangan masa depan,โ€ katanya.


Ia mengujarkan, jika penguatan literasi digital menjadi salah satu langkah penting agar peserta didik tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara kreatif, produktif, dan bertanggung jawab.


โ€œTeknologi akan terus berkembang. Yang terpenting adalah bagaimana kita mempersiapkan generasi muda agar mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif,โ€ ujarnya.


Hetifah juga menegaskan bahwa kehadiran AI bukan ancaman bagi profesi guru. Sebaliknya, teknologi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran.


โ€œGuru tetap memiliki peran yang tidak tergantikan dalam membangun karakter, memberikan inspirasi, dan mendampingi peserta didik. Teknologi hanyalah alat yang membantu proses tersebut menjadi lebih efektif,โ€ tegasnya.


Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur Armin mengapresiasi kolaborasi Kemendikdasmen bersama Komisi X DPR RI yang menghadirkan workshop tersebut di Kalimantan Timur.


Ia mengatakan, kegiatan itu menjadi sarana bagi guru untuk meningkatkan kompetensi dalam memanfaatkan teknologi digital, termasuk AI, sebagai bagian dari proses pembelajaran.


โ€œKami mengapresiasi Kemendikdasmen bersama Komisi X DPR RI yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Pembelajaran digital saat ini sangat dibutuhkan oleh para guru untuk menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang,โ€ katanya.


Armin menuturkan transformasi digital di sektor pendidikan merupakan keniscayaan sehingga guru harus terus meningkatkan kemampuan dan tidak takut menghadapi perubahan teknologi.


โ€œProgram ini menjadi momentum bagi kami untuk terus mendorong guru-guru agar semangat belajar, meningkatkan kompetensi, dan tidak takut menghadapi perubahan teknologi. Dunia pendidikan harus bergerak mengikuti perkembangan zaman agar peserta didik memperoleh pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan,โ€ tuturnya.


Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak guru di Kalimantan Timur mampu mengintegrasikan teknologi digital khususnya dalam pembelajaran peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pembelajaran interaktif, kolaboratif, dan keterampilan abad ke-21 yang dibutuhkan peserta didik.


โ€œYang terpenting adalah membangun budaya belajar sepanjang hayat bagi para pendidik. Dengan begitu, guru akan selalu siap menghadapi berbagai perubahan dan mampu memberikan layanan pendidikan terbaik bagi anak-anak kita,โ€ harapnya.


Penulis: GB