Kearifan Lokal Kaltim Menggema, Minyak Waras Didorong Menjadi Warisan Mendunia
Pengobatan tradisional Minyak Waras menjadi sorotan dalam Seminar Budaya dan Bedah Buku Jejak Pengobatan Tradisional Minyak Waras Borneo yang digelar di Aula Oemar Dahlan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kalimantan Timur, Rabu (24/6/2026).Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan RI melalui Komisi X DPR RI bekerja sama dengan DPK Kaltim tersebut mengangkat tema Jejak Pengobatan Tradisional Minyak Waras sebagai Warisan Pengetahuan dan Harapan Lokal Masyarakat Kalimantan Timur.
SAMARINDA โ Pengobatan tradisional Minyak Waras menjadi sorotan dalam Seminar Budaya dan Bedah Buku Jejak Pengobatan Tradisional Minyak Waras Borneo yang digelar di Aula Oemar Dahlan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kalimantan Timur, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan RI melalui Komisi X DPR RI bekerja sama dengan DPK Kaltim tersebut mengangkat tema Jejak Pengobatan Tradisional Minyak Waras sebagai Warisan Pengetahuan dan Harapan Lokal Masyarakat Kalimantan Timur. Seminar dihadiri pegiat budaya, akademisi, komunitas literasi, dan masyarakat yang peduli terhadap pelestarian kearifan lokal.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara pemerintah, pegiat budaya, dan komunitas literasi dalam menjaga warisan budaya daerah. Melalui dokumentasi dan edukasi yang berkelanjutan, Minyak Waras diperjuangkan tidak hanya tetap lestari sebagai pengetahuan tradisional masyarakat Kalimantan Timur, tetapi juga dikenal lebih luas sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.
Anggota Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengatakan Minyak Waras merupakan salah satu warisan budaya yang membanggakan bagi Kalimantan Timur. Menurutnya, pengobatan tradisional tersebut tidak hanya dikenal karena manfaatnya, tetapi juga mengandung nilai budaya dan pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun.
โPengobatan tradisional seperti Minyak Waras tak hanya dikenal karena manfaatnya, tetapi juga karena memiliki nilai budaya, pengalaman, dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun,โ katanya.
Hetifah menilai bedah buku dan seminar budaya menjadi langkah penting untuk mendokumentasikan sekaligus memperkenalkan kembali pengetahuan tradisional kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Ia menegaskan pelestarian budaya tidak cukup hanya menjaga warisan masa lalu, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat saat ini.
Hetifah sapaan akrabnya menuturkan, kegiatan tersebut sejalan dengan upaya pemajuan kebudayaan yang terus didorong pemerintah, termasuk pelestarian tradisi dan pengetahuan lokal yang menjadi bagian dari identitas daerah.
โIni kegiatan yang sangat bagus dalam konteks pemajuan kebudayaan di Kalimantan Timur. Bukan hanya melestarikan, tetapi juga bagaimana kebudayaan itu dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat,โ tuturnya.
Hetifah berharap Minyak Waras dapat semakin dikenal luas hingga tingkat nasional maupun internasional sebagai salah satu kebanggaan Kalimantan Timur.
โTentu saja Minyak Waras menjadi sesuatu yang membanggakan bagi Kalimantan Timur. Semoga dapat menyebar luas ke seluruh penjuru dunia sebagai kebanggaan Kaltim untuk Indonesia,โ harapnya.
Senada dengan hal ini, Kepala DPK Kaltim, Lisa Hasliana, menjelaskan seminar dan bedah buku tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan pengetahuan tradisional melalui dokumentasi dan literasi.
Ia mengujarkan, bahwa perpustakaan memiliki peran penting dalam melestarikan memori kolektif masyarakat, termasuk berbagai pengetahuan lokal yang selama ini diwariskan secara lisan.
โSeminar dan peluncuran buku Minyak Waras Borneo Kearifan karya Rachamawati dan M.F. Rejani merupakan langkah strategis dalam mendokumentasikan kekayaan pengetahuan tradisional yang hidup di tengah masyarakat,โ ujarnya.
Lisa menambahkan, dokumentasi dalam bentuk buku menjadi cara efektif untuk memastikan pengetahuan tradisional tetap lestari dan dapat dipelajari oleh generasi mendatang. Dengan demikian, warisan budaya yang sebelumnya hanya disampaikan dari mulut ke mulut dapat tersimpan dan diakses lebih luas.
Selain menjadi sarana pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mendorong tumbuhnya budaya literasi di Kalimantan Timur. Lisa menilai membaca dan menulis merupakan bagian penting dalam membangun masyarakat yang berpengetahuan dan berdaya saing.
โMelalui membaca, masyarakat dapat menyerap dan mentransfer ilmu pengetahuan lintas generasi. Sedangkan melalui menulis, sebuah peradaban dapat diabadikan,โ tambahnya.
Pihaknya berharap semakin banyak karya yang mengangkat kekayaan budaya dan pengetahuan lokal Kalimantan Timur.
โSehingga masyarakat tidak hanya menjadi penikmat informasi, tetapi juga pencipta pengetahuan yang mendokumentasikan kearifan daerahnya,โ tukasnya.
Penulis: GB