Ironi Kaltim: 72 Desa Masih Gelap Gulita Tanpa Aliran Listrik
SAMARINDA - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, mengungkapkan fakta memprihatinkan bahwa sebanyak 72 desa di wilayahnya masih belum menikmati aliran listrik hingga saat ini. Pernyataan tersebut disampaikan Rudy saat menghadiri seremoni groundbreaking proyek PLTA Batoq Kelo dan pembangunan Access Road Kaltara di Pendopo Odah Etam, Samarinda, pada Senin (25/5/2026), sebagai pengingat keras akan ketimpangan akses energi yang masih nyata.Kondisi ini menjadi rapor merah bagi pemerataan pembangunan di Kalimantan Timur yang selama ini dikenal sebagai lumbung energi nasional namun gagal memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya sendiri.
SAMARINDA - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, mengungkapkan fakta memprihatinkan bahwa sebanyak 72 desa di wilayahnya masih belum menikmati aliran listrik hingga saat ini. Pernyataan tersebut disampaikan Rudy saat menghadiri seremoni groundbreaking proyek PLTA Batoq Kelo dan pembangunan Access Road Kaltara di Pendopo Odah Etam, Samarinda, pada Senin (25/5/2026), sebagai pengingat keras akan ketimpangan akses energi yang masih nyata.
Kondisi ini menjadi rapor merah bagi pemerataan pembangunan di Kalimantan Timur yang selama ini dikenal sebagai lumbung energi nasional namun gagal memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya sendiri. Rudy mengakui bahwa ketersediaan energi tetap menjadi tantangan besar yang kontradiktif dengan status Kaltim sebagai penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ketertinggalan puluhan desa ini mencerminkan lambatnya realisasi infrastruktur dasar yang seharusnya menjadi prioritas utama sebelum mengejar megaproyek lainnya. Pemerintah dituntut untuk tidak sekadar melakukan seremonial pembangunan, melainkan memastikan percepatan elektrifikasi menyentuh seluruh pelosok agar masyarakat pedalaman tidak terus dianaktirikan dalam kegelapan.
Tanpa langkah konkret yang melampaui janji politik, transformasi ekonomi dan peningkatan kualitas hidup di pedesaan Kaltim akan tetap menjadi angan-angan. Pemenuhan hak atas listrik bagi warga desa adalah ujian nyata bagi kredibilitas pemerintah daerah dalam mengelola kekayaan sumber daya alam demi kesejahteraan rakyat luas.