Santri Kaltim Didorong Jadi Garda Nasionalisme: Efektif atau Sekadar Seremonial?
BONTANG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Timur berkolaborasi dengan Densus 88 dan Kanwil Kemenag Kaltim mengadakan agenda penguatan wawasan kebangsaan bagi santri di Pondok Pesantren Mus’ab Bin Umair, Bontang, pada Selasa (21/4/2026).
BONTANG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Timur berkolaborasi dengan Densus 88 dan Kanwil Kemenag Kaltim mengadakan agenda penguatan wawasan kebangsaan bagi santri di Pondok Pesantren Mus’ab Bin Umair, Bontang, pada Selasa (21/4/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk mencetak santri sebagai garda terdepan nasionalisme yang mampu membentengi diri dari pengaruh ideologi radikal di wilayah Kalimantan Timur.
Namun, keterlibatan aktif Densus 88 dalam ranah pendidikan agama memicu kritik mengenai pendekatan sekuritisasi yang dianggap terlalu masuk ke dalam ruang privasi institusi pesantren.
Efektivitas doktrinasi wawasan kebangsaan ini pun dipertanyakan, apakah mampu menyentuh kesadaran santri secara mendalam atau justru hanya menjadi agenda seremonial yang bersifat top-down tanpa solusi akar rumput.