FLS3N SMP Mahulu 2026: Sekadar Rutinitas atau Pembinaan Bakat Nyata?
Lainnya

FLS3N SMP Mahulu 2026: Sekadar Rutinitas atau Pembinaan Bakat Nyata?

Dan 2 May 2026 3 tayangan

UJOH BILANG - Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi membuka Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat SMP di Balai Pertemuan Umum Ujoh Bilang pada Jumat, 1 Mei 2026, guna menjaring talenta kreatif di wilayah perbatasan.Acara yang mengusung tema penguatan karakter bangsa melalui seni budaya ini menjadi agenda tahunan untuk memetakan potensi estetika pelajar di tengah tantangan akses pendidikan di pelosok Kalimantan Timur.Meskipun ajang ini menampilkan beragam cabang lomba mulai dari seni tari hingga desain poster, efektivitasnya dalam melahirkan seniman profesional masih dipertanyakan akibat minimnya program pembinaan yang berkelanjutan pasca-kompetisi.Tanpa dukungan infrastruktur kesenian yang memadai di tiap sekolah, FLS3N dikhawatirkan hanya menjadi rutinitas administratif untuk memenuhi kalender program nasional tanpa memberikan dampak signifikan pada pelestarian budaya lokal.Pemerintah daerah dituntut untuk melangkah lebih jauh dari sekadar seremoni satu hari dengan mengalokasikan anggaran khusus bagi pengembangan bakat siswa secara jangka panjang dan sistematis.

Iklan

UJOH BILANG - Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi membuka Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat SMP di Balai Pertemuan Umum Ujoh Bilang pada Jumat, 1 Mei 2026, guna menjaring talenta kreatif di wilayah perbatasan.

Acara yang mengusung tema penguatan karakter bangsa melalui seni budaya ini menjadi agenda tahunan untuk memetakan potensi estetika pelajar di tengah tantangan akses pendidikan di pelosok Kalimantan Timur.

Meskipun ajang ini menampilkan beragam cabang lomba mulai dari seni tari hingga desain poster, efektivitasnya dalam melahirkan seniman profesional masih dipertanyakan akibat minimnya program pembinaan yang berkelanjutan pasca-kompetisi.

Tanpa dukungan infrastruktur kesenian yang memadai di tiap sekolah, FLS3N dikhawatirkan hanya menjadi rutinitas administratif untuk memenuhi kalender program nasional tanpa memberikan dampak signifikan pada pelestarian budaya lokal.

Pemerintah daerah dituntut untuk melangkah lebih jauh dari sekadar seremoni satu hari dengan mengalokasikan anggaran khusus bagi pengembangan bakat siswa secara jangka panjang dan sistematis.

#Ekonomi #Nasional #Indonesia #Ekonomi & Bisnis #Olahraga