Jaksa Sebut Ahli Nadiem Tidak Obyektif, Tuntut 18 Tahun Penjara Kasus Korupsi Laptop
Hukum & Kriminal

Jaksa Sebut Ahli Nadiem Tidak Obyektif, Tuntut 18 Tahun Penjara Kasus Korupsi Laptop

Dan 13 May 2026 4 tayangan

JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) secara tegas menuntut terdakwa Nadiem dengan hukuman 18 tahun penjara dalam sidang tuntutan kasus korupsi pengadaan laptop yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta hari ini karena dinilai terbukti merugikan keuangan negara secara masif.Tuntutan berat ini menjadi sorotan tajam setelah jaksa secara kritis menyebut bahwa keterangan tiga ahli yang dihadirkan oleh kubu Nadiem sama sekali tidak obyektif dan cenderung memihak kepentingan terdakwa.Jaksa menilai para ahli tersebut gagal memberikan analisis independen dan hanya berupaya mengaburkan fakta-fakta penyimpangan dalam proses pengadaan perangkat teknologi pendidikan yang telah merugikan hajat hidup orang banyak.Kredibilitas pembelaan kini berada di ujung tanduk mengingat jaksa tetap pada pendiriannya bahwa penyalahgunaan wewenang dalam proyek laptop tersebut harus diganjar dengan hukuman maksimal demi keadilan publik.

Iklan

JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) secara tegas menuntut terdakwa Nadiem dengan hukuman 18 tahun penjara dalam sidang tuntutan kasus korupsi pengadaan laptop yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta hari ini karena dinilai terbukti merugikan keuangan negara secara masif.

Tuntutan berat ini menjadi sorotan tajam setelah jaksa secara kritis menyebut bahwa keterangan tiga ahli yang dihadirkan oleh kubu Nadiem sama sekali tidak obyektif dan cenderung memihak kepentingan terdakwa.

Jaksa menilai para ahli tersebut gagal memberikan analisis independen dan hanya berupaya mengaburkan fakta-fakta penyimpangan dalam proses pengadaan perangkat teknologi pendidikan yang telah merugikan hajat hidup orang banyak.

Kredibilitas pembelaan kini berada di ujung tanduk mengingat jaksa tetap pada pendiriannya bahwa penyalahgunaan wewenang dalam proyek laptop tersebut harus diganjar dengan hukuman maksimal demi keadilan publik.

#Ekonomi #Nasional #Indonesia #Ekonomi & Bisnis #Olahraga