Produksi Migas PHI Melampaui Target Q1 2026, Tantangan Eksplorasi Menanti
JAKARTA - PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mencatatkan realisasi produksi minyak dan gas bumi (migas) yang melampaui target sepanjang Triwulan I 2026 di wilayah operasional Kalimantan guna memperkuat fondasi ketahanan energi nasional.Hingga akhir Maret 2026, PHI melaporkan produksi minyak mencapai 60,44 ribu barel per hari, sebuah pencapaian yang secara teknis mengamankan pasokan domestik namun tetap menyisakan pertanyaan besar mengenai keberlanjutan sumur-sumur tua.Ketergantungan yang tinggi pada lapangan migas di Kalimantan ini perlu dikritisi lebih dalam mengingat risiko penurunan alami (natural decline) yang terus membayangi tanpa adanya penemuan cadangan raksasa baru yang signifikan.Pemerintah dan PHI dituntut untuk tidak hanya terjebak pada euforia pemenuhan target angka jangka pendek, melainkan harus lebih agresif dalam melakukan eksplorasi di area baru demi menjamin kedaulatan energi masa depan yang lebih stabil.
JAKARTA - PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mencatatkan realisasi produksi minyak dan gas bumi (migas) yang melampaui target sepanjang Triwulan I 2026 di wilayah operasional Kalimantan guna memperkuat fondasi ketahanan energi nasional.
Hingga akhir Maret 2026, PHI melaporkan produksi minyak mencapai 60,44 ribu barel per hari, sebuah pencapaian yang secara teknis mengamankan pasokan domestik namun tetap menyisakan pertanyaan besar mengenai keberlanjutan sumur-sumur tua.
Ketergantungan yang tinggi pada lapangan migas di Kalimantan ini perlu dikritisi lebih dalam mengingat risiko penurunan alami (natural decline) yang terus membayangi tanpa adanya penemuan cadangan raksasa baru yang signifikan.
Pemerintah dan PHI dituntut untuk tidak hanya terjebak pada euforia pemenuhan target angka jangka pendek, melainkan harus lebih agresif dalam melakukan eksplorasi di area baru demi menjamin kedaulatan energi masa depan yang lebih stabil.