Prabowo Pimpin Upacara Hari Pancasila 2026: Persatuan Semu atau Nyata?
Lainnya

Prabowo Pimpin Upacara Hari Pancasila 2026: Persatuan Semu atau Nyata?

Dan 1 June 2026 1 tayangan
Ringkasan Berita

Presiden Prabowo Subianto bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Jakarta pada Senin (1/6) yang turut dihadiri oleh Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di tengah sorotan tajam publik terhadap arah demokrasi Indonesia.Meskipun upacara tahun ini mengusung tema 'Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia', acara tersebut dinilai banyak pengamat hanya sebagai panggung formalitas untuk menutupi keretakan konsensus nasional dan ketimpangan sosial yang masih menjadi rapor merah pemerintah.Kehadiran Megawati di samping Prabowo memicu skeptisisme mengenai apakah nilai-nilai Pancasila benar-benar diimplementasikan dalam kebijakan publik atau sekadar menjadi komoditas politik untuk meredam gesekan antar-elit demi stabilitas kekuasaan semu.Publik kini menanti apakah retorika perdamaian dunia yang digaungkan dalam seremoni tersebut akan berdampak nyata pada kesejahteraan rakyat, atau tetap terjebak dalam seremoni tahunan yang kehilangan substansi dasarnya.

Iklan

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Jakarta pada Senin (1/6) yang turut dihadiri oleh Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di tengah sorotan tajam publik terhadap arah demokrasi Indonesia.

Meskipun upacara tahun ini mengusung tema 'Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia', acara tersebut dinilai banyak pengamat hanya sebagai panggung formalitas untuk menutupi keretakan konsensus nasional dan ketimpangan sosial yang masih menjadi rapor merah pemerintah.

Kehadiran Megawati di samping Prabowo memicu skeptisisme mengenai apakah nilai-nilai Pancasila benar-benar diimplementasikan dalam kebijakan publik atau sekadar menjadi komoditas politik untuk meredam gesekan antar-elit demi stabilitas kekuasaan semu.

Publik kini menanti apakah retorika perdamaian dunia yang digaungkan dalam seremoni tersebut akan berdampak nyata pada kesejahteraan rakyat, atau tetap terjebak dalam seremoni tahunan yang kehilangan substansi dasarnya.