Kritik Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2: Link and Match Masih Jadi Tantangan
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi meluncurkan Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) 2026 Batch 2 di berbagai wilayah termasuk Samarinda guna memperluas akses keterampilan bagi masyarakat luas.Program yang dipimpin Menteri Ketenagakerjaan Yassierli ini melibatkan BBPVP, BPVP, hingga UPTD daerah sebagai garda terdepan dalam mencetak tenaga kerja terampil melalui kurikulum terpusat.Kendati demikian, efektivitas pelatihan ini patut dikritisi mengingat seringnya terjadi ketimpangan antara kompetensi lulusan vokasi dengan kebutuhan riil pasar kerja yang terus berubah secara dinamis.Tanpa pengawasan ketat dan jaminan penyerapan kerja yang terukur, program Batch 2 ini berisiko hanya menjadi agenda administratif rutin tanpa dampak signifikan terhadap penurunan angka pengangguran struktural di daerah.
JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi meluncurkan Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) 2026 Batch 2 di berbagai wilayah termasuk Samarinda guna memperluas akses keterampilan bagi masyarakat luas.
Program yang dipimpin Menteri Ketenagakerjaan Yassierli ini melibatkan BBPVP, BPVP, hingga UPTD daerah sebagai garda terdepan dalam mencetak tenaga kerja terampil melalui kurikulum terpusat.
Kendati demikian, efektivitas pelatihan ini patut dikritisi mengingat seringnya terjadi ketimpangan antara kompetensi lulusan vokasi dengan kebutuhan riil pasar kerja yang terus berubah secara dinamis.
Tanpa pengawasan ketat dan jaminan penyerapan kerja yang terukur, program Batch 2 ini berisiko hanya menjadi agenda administratif rutin tanpa dampak signifikan terhadap penurunan angka pengangguran struktural di daerah.