Kakanwil Kemenag Kaltim Tekan Jemaah Nurul Wathon Jaga Kondusivitas IKN
Pemerintah

Kakanwil Kemenag Kaltim Tekan Jemaah Nurul Wathon Jaga Kondusivitas IKN

Dan 17 May 2026 3 tayangan

NUSANTARA - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Abdul Khaliq, M.Pd., mendesak pengurus dan jemaah Nurul Wathon Al-Hambalangi untuk menjaga stabilitas daerah dalam pelantikan Pengurus Wilayah di Gedung Kemenko 3 Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Sabtu (16/05).

Iklan

NUSANTARA - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Abdul Khaliq, M.Pd., mendesak pengurus dan jemaah Nurul Wathon Al-Hambalangi untuk menjaga stabilitas daerah dalam pelantikan Pengurus Wilayah di Gedung Kemenko 3 Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Sabtu (16/05). Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat narasi moderasi beragama di tengah transisi pusat pemerintahan ke wilayah Kalimantan Timur. Namun, tantangan sesungguhnya terletak pada sejauh mana organisasi keagamaan mampu menjaga independensinya di tengah kuatnya tarikan kepentingan politik pembangunan.

Dalam sambutannya, Abdul Khaliq menegaskan peran strategis ormas sebagai mitra pemerintah untuk merawat toleransi demi kelancaran agenda nasional. Ibu Kota Nusantara kini menjadi panggung utama, sehingga kondusivitas wilayah sekitarnya dianggap sebagai harga mati bagi birokrasi. Pihak Kanwil Kemenag berharap jemaah mampu membendung paham radikal, meski efektivitas pendekatan top-down seperti ini sering kali dipertanyakan dalam menyentuh akar rumput yang heterogen.

Meski ajakan ini terdengar normatif, lokasi pelantikan di jantung IKN memberikan sinyal simbolis tentang upaya negara menjinakkan potensi gejolak sosial melalui instrumen agama. Keterlibatan kelompok agama dalam agenda negara sering kali dipandang kritis sebagai strategi defensif untuk memastikan keamanan proyek strategis nasional. Kini, Nurul Wathon dibebani tanggung jawab moral untuk membuktikan bahwa moderasi bukan sekadar jargon birokrasi, melainkan praktik nyata yang mampu meredam ketimpangan sosial di sekitar ibu kota baru.

#Ekonomi #Nasional #Indonesia #Ekonomi & Bisnis #Olahraga