Infrastruktur Logistik Berau Tertinggal Dibanding Lonjakan Wisata Maratua
Pemerintah Kabupaten Berau dinilai lamban dalam merespons kebutuhan mendesak akan layanan kargo khusus menuju Pulau Maratua di tengah melonjaknya arus wisatawan dan aktivitas ekonomi masyarakat kepulauan saat ini.Wakil Bupati Berau Gamalis mengakui bahwa minimnya armada angkutan logistik menjadi kendala serius yang selama ini luput dari prioritas pembangunan transportasi laut di wilayah strategis tersebut.Ketergantungan pada kapal penumpang untuk mendistribusikan barang pokok tidak hanya membahayakan keselamatan pelayaran, tetapi juga menyebabkan inefisiensi biaya yang menghambat daya saing sektor pariwisata Berau di kancah nasional.Pemerintah daerah dituntut untuk tidak sekadar melirik potensi usaha baru, namun segera merealisasikan infrastruktur logistik yang mumpuni agar ketimpangan antara kemajuan wisata dan ketersediaan fasilitas pendukung tidak semakin melebar.
BERAU - Pemerintah Kabupaten Berau dinilai lamban dalam merespons kebutuhan mendesak akan layanan kargo khusus menuju Pulau Maratua di tengah melonjaknya arus wisatawan dan aktivitas ekonomi masyarakat kepulauan saat ini.
Wakil Bupati Berau Gamalis mengakui bahwa minimnya armada angkutan logistik menjadi kendala serius yang selama ini luput dari prioritas pembangunan transportasi laut di wilayah strategis tersebut.
Ketergantungan pada kapal penumpang untuk mendistribusikan barang pokok tidak hanya membahayakan keselamatan pelayaran, tetapi juga menyebabkan inefisiensi biaya yang menghambat daya saing sektor pariwisata Berau di kancah nasional.
Pemerintah daerah dituntut untuk tidak sekadar melirik potensi usaha baru, namun segera merealisasikan infrastruktur logistik yang mumpuni agar ketimpangan antara kemajuan wisata dan ketersediaan fasilitas pendukung tidak semakin melebar.