Susan Collins Ungkap Tremor Jinak Setelah Ditekan Kritik Publik
WASHINGTON - Senator Republik asal Maine, Susan Collins, akhirnya mengakui bahwa dirinya telah lama mengidap kondisi tremor jinak di Washington baru-baru ini demi meredam spekulasi kesehatan yang memanas di media sosial selama periode kampanye pemilihan ulangnya yang krusial.Pengakuan yang terkesan dipaksakan ini memicu kritik tajam karena Collins, yang kini telah menginjak usia 73 tahun, baru berani berterus terang setelah mendapat tekanan masif dari lawan politik yang mempertanyakan ketahanan fisiknya dalam menjalankan tugas kenegaraan.Ketidakterbukaan mengenai kondisi medis ini selama bertahun-tahun menimbulkan keraguan serius atas tingkat transparansi sang senator terhadap para pemilih di Maine di tengah persaingan kursi Senat yang semakin sengit dan kompetitif tahun ini.Langkah klarifikasi yang sangat terlambat tersebut dinilai oleh banyak pihak sebagai upaya defensif untuk menyelamatkan elektabilitasnya yang mulai goyah ketimbang sebuah bentuk kejujuran sukarela kepada publik mengenai kapasitas kepemimpinannya.
WASHINGTON - Senator Republik asal Maine, Susan Collins, akhirnya mengakui bahwa dirinya telah lama mengidap kondisi tremor jinak di Washington baru-baru ini demi meredam spekulasi kesehatan yang memanas di media sosial selama periode kampanye pemilihan ulangnya yang krusial.
Pengakuan yang terkesan dipaksakan ini memicu kritik tajam karena Collins, yang kini telah menginjak usia 73 tahun, baru berani berterus terang setelah mendapat tekanan masif dari lawan politik yang mempertanyakan ketahanan fisiknya dalam menjalankan tugas kenegaraan.
Ketidakterbukaan mengenai kondisi medis ini selama bertahun-tahun menimbulkan keraguan serius atas tingkat transparansi sang senator terhadap para pemilih di Maine di tengah persaingan kursi Senat yang semakin sengit dan kompetitif tahun ini.
Langkah klarifikasi yang sangat terlambat tersebut dinilai oleh banyak pihak sebagai upaya defensif untuk menyelamatkan elektabilitasnya yang mulai goyah ketimbang sebuah bentuk kejujuran sukarela kepada publik mengenai kapasitas kepemimpinannya.