Polsek Samarinda Tangkap Sindikat Tiket Palsu Persija vs Persib, Sistem Keamanan Disorot
Hukum & Kriminal

Polsek Samarinda Tangkap Sindikat Tiket Palsu Persija vs Persib, Sistem Keamanan Disorot

Dan 14 May 2026 3 tayangan

SAMARINDA - Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Samarinda Kota berhasil meringkus empat orang anggota sindikat pemalsu tiket pertandingan bergengsi antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung di GOR Segiri, Samarinda, pada Minggu (10/5/2026).Penangkapan ini mengungkap borok lemahnya pengawasan sistem tiket elektronik yang dengan mudah dimanfaatkan pelaku untuk menggandakan satu barcode asli menjadi ratusan lembar demi meraup keuntungan ilegal.Tindakan kriminal ini tidak hanya merugikan manajemen klub secara finansial, tetapi juga menunjukkan kegagalan penyelenggara dalam memberikan perlindungan keamanan bagi ratusan suporter yang akhirnya telantar di luar stadion.Modus operandi yang digunakan para pelaku tergolong sangat berani karena mereka menyalin kode barcode asli untuk dicetak ulang dan didistribusikan secara masif melalui jaringan calo di sekitar area pertandingan.Kapolsek Samarinda Kota, Kompol IGN Adi Suarmita, mengonfirmasi bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari banyaknya keluhan penonton yang ditolak sistem saat proses pemindaian tiket di gerbang masuk.Kasus ini harus menjadi tamparan keras bagi panitia penyelenggara untuk segera mengevaluasi total sistem validasi tiket mereka agar celah keamanan serupa tidak kembali merugikan masyarakat luas.Publik pun kini didesak untuk lebih skeptis terhadap penjualan tiket dari pihak ketiga atau calo yang seringkali menjadi mata rantai utama dalam sirkulasi tiket palsu di ajang olahraga besar.

Iklan

SAMARINDA - Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Samarinda Kota berhasil meringkus empat orang anggota sindikat pemalsu tiket pertandingan bergengsi antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung di GOR Segiri, Samarinda, pada Minggu (10/5/2026).

Penangkapan ini mengungkap borok lemahnya pengawasan sistem tiket elektronik yang dengan mudah dimanfaatkan pelaku untuk menggandakan satu barcode asli menjadi ratusan lembar demi meraup keuntungan ilegal.

Tindakan kriminal ini tidak hanya merugikan manajemen klub secara finansial, tetapi juga menunjukkan kegagalan penyelenggara dalam memberikan perlindungan keamanan bagi ratusan suporter yang akhirnya telantar di luar stadion.

Modus operandi yang digunakan para pelaku tergolong sangat berani karena mereka menyalin kode barcode asli untuk dicetak ulang dan didistribusikan secara masif melalui jaringan calo di sekitar area pertandingan.

Kapolsek Samarinda Kota, Kompol IGN Adi Suarmita, mengonfirmasi bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari banyaknya keluhan penonton yang ditolak sistem saat proses pemindaian tiket di gerbang masuk.

Kasus ini harus menjadi tamparan keras bagi panitia penyelenggara untuk segera mengevaluasi total sistem validasi tiket mereka agar celah keamanan serupa tidak kembali merugikan masyarakat luas.

Publik pun kini didesak untuk lebih skeptis terhadap penjualan tiket dari pihak ketiga atau calo yang seringkali menjadi mata rantai utama dalam sirkulasi tiket palsu di ajang olahraga besar.

#Ekonomi #Nasional #Indonesia #Ekonomi & Bisnis #Olahraga